EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN BEDAH DIGESTIF DI RUMAH SAKIT X DI YOGYAKARTA THE EVALUATION OF THE USE OF DRUGS IN DIGESTIVE SURGERY PATIENTS AT HOSPITAL X IN YOGYAKARTA

Main Article Content

Happy Elda Murdiana

Abstract

Tindakan bedah digestif merupakan tindakan operasi yang memiliki resiko terjadinya infeksi luka operasi (ILO). Tingkat kematian yang berhubungan langsung dengan kejadian ILO di Rumah Sakit seluruh dunia lebih dari 50%. Pemberian antibiotik profilaksis pada pasien bedah yang secara klinis tidak menunjukkan tanda infeksi bertujuan mencegah terjadinya ILO. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kerasionalan penggunaan antibiotika  profilaksis pre dan postoperasi serta obat penyerta. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan pengambilan data secara retrospektif melalui rekam medis pasien bedah digestif pada bulan maret 2019 dengan data bulan Januari-Februari 2019. Teknik pengambilan data berupa total sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa data dilakukan dengan mengevaluasi penggunaan antibiotik profilaksis pre dan post serta obat penyerta dengan   berpanduan pada SIGN 104, Antibiotic Prophylaxis in Surgery, WHO Guideline of Surgery, Drug Intraction Handbook, AHFS, Interactions Drug Handbook, Stockley’s Drug Interaction. Evaluasi penggunaan meiiputi jenis obat,, dosis, aturan pakai dan  rute pemberian. Hasil penelitian penggunaan antibiotik profilaksis rasional untuk jenis antibiotik dan rute pemberian cefuroksim, cefotaksim dan metronidazole tetapi tidak rasional untuk ceftriakson.  Pemberian antibiotik postoperasi rasional untuk jenis dan rute pemberian cefuroksim dan metronidazole tetapi tidak rasioanal untuk meropenem, ceftriakson dan ciprofloksasin. Pemberian analgetik rasional, pemberian ranitidine tidak tepat dosis. Potensial interaksi terjadi pada pemberian obat NSAID-NSAID, NSAID-ranitidin, dexketoprofen-antihipertensi, paracetamol-ranitidine, MST-paracetamol-dexketoprofen.

Article Details

Section
Articles