ANALISIS KADAR MINERAL BESI (Fe) DALAM KULIT LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.) Sw.) DAN LABU AIR (Lagenaria siceraria (Mol.) Standley) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM ANALYSIS MINERAL CONTENT OF IRON (Fe) IN CHAYOTE PEEL (Sechium edule (Jacq.) Sw.) AND WATER GOURD (Lagenaria siceraria (Mol.) Standley) USING ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY
Main Article Content
Abstract
Mikronutrien ialah zat esensial atau molekul kecil yang dibutuhkan organisme atau makhluk
hidup dalam jumlah kecil yang digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh secara
normal. Defisiensi mikronutrien dapat mempengaruhi kurang lebih 2 miliar individu dari
berbagai umur di negara industri maupun di negara berkembang. Pengkonsumsian labu siam
dan labu air sangat berguna bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup karena labu
siam dan labu air banyak mengandung sejumlah mineral didalamnya. Riset ini bertujuan untuk
menetapkan kadar mineral besi yang terdapat di dalam kulit labu air dan labu siam. Mineral
besi dipilih karena merupakan mikromineral yang bila dikonsumsi dalam jumlah kecil dapat
membantu proses metabolisme dari reaksi kimia di dalam tubuh. Fungsi mineral besi penting
dalam metabolisme tubuh ialah sebagai zat yang berperan untuk membentuk sel darah merah
dari proses sintesis hemoglobin dan sebagai sistem imunitas tubuh dengan mengaktifkan
enzim penyusun antibodi. Metode riset yang dipergunakan pada riset berikut ialah penelitian
eksperimental menggunakan metode analisis kuantitatif dengan instrumen Spektrofotometri
Serapan Atom. Metode SSA digunakan karena dapat menganalisis unsur logam dengan
konsentrasi yang kecil dan sangat kecil, memiliki kepekaan dan ketelitian yang tinggi,
sederhana, cepat, dan minim interferensi. Penentuan kadar sampel diperoleh hasil kadar besi
rata-rata untuk labu air yaitu sebesar 46,416 ± 0,09 mg/kg dan kadar rata-rata besi pada labu
siam sebesar 65,700 ± 0,02 mg/kg.
Kata kunci : mikronutrien, SSA, labu air, labu siam