PROFIL PEMBERIAN INFORMASI OBAT SWAMEDIKASI DI APOTEK WILAYAH KECAMATAN LAMONGAN (STUDI DENGAN METODE SIMULASI PASIEN) PROFILE OF PROVIDING SELF-MEDICATION INFORMATION AT PHARMACIES IN LAMONGAN DISTRICT (STUDY WITH PATIENT SIMULATION METHOD)
Main Article Content
Abstract
Tenaga kefarmasian berperan penting dalam kegiatan swamedikasi, bukan sekedar menjual obat, namun dapat memberikan asuhan kefarmasian (pharmaceutical care), yaitu dengan menjelaskan mengenai informasi obat yang dikonsumsi pasien. Pemberian informasi obat mempunyai peranan penting untuk memperbaiki kualitas hidup pasien serta menyediakan pelayanan bermutu, dan juga dapat menurunkan adanya ketidakpatuhan terhadap program pengobatan. Salah satu penyebab ketidakpatuhan tersebut karena disebabkan kurangnya informasi tentang obat, serta pasien juga dapat mengalami efek yang tidak diinginkan dari penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pemberian informasi obat swamedikasi di apotek wilayah Kecamatan Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional, pengumpulan data menggunakan Lembar checklist dengan jumlah populasi 126. Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 21 apotek yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden tenaga teknis kefarmasian berjenis kelamin perempuan. Kesesuaian pemberian informasi obat untuk indikator indikasi obat sebanyak 95.23%, waktu penggunaan obat 88.88%, dosis dan cara pemakaian obat 71.42%, perhatian tentang obat 21.42%, penyimpanan obat 42.86%. Kesesuaian pemberian informasi obat dalam pelayanan swamedikasi perlu dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian untuk memberikan wawasan kepada pasien terkait penggunaan obat yang benar sebelum pasien mengkonsumsi obat tersebut.