EFEK ANTI-INFLAMASI PEMBERIAN ORAL DAN TOPIKAL DAUN SIRIH MERAH DAN MINYAK KAYU MANIS ANTI-INFLAMMATORY EFFECT OF ORAL ADMINISTRATION AND TOPICAL APPLICATION OF RED BETEL LEAF AND CINNAMON OIL
Main Article Content
Abstract
Berbagai jenis tumbuhan herbal berkhasiat dapat berpotensi sebagai antiinflamasi, antara lain sirih merah dan kayu manis. Tujuan penelitian ini mengevaluasi efek antiinflamasi dari sediaan oral dan topikal sirih merah, minyak kayu manis dan kombinasinya. Rancangan dalam penelitian ini eksperimental laboratorium dengan pretest and post-test with control group design. Teknik sampling menggunakan rancangan acak lengkap pola searah dengan melibatkan tikus jantan Galur Swiss yang terbagi menjadi enam kelompok (kontrol negatif, kontrol positif, minyak kayu manis tunggal, ekstrak sirih merah tunggal, dan dua kelompok kombinasi), diterapkan pada rute pemberian oral dan topikal (n=48). Analisis data menggunakan one-way ANOVA dan post hoc least significant difference (LSD) test. Penyembuhan inflamasi secara nyata lebih baik pada pemberian topikal kombinasi sirih merah (40%) dan minyak kayu manis (4 ml) dibandingkan kelompok lain (p<0,050) dengan area under curve (AUC) dan persen penghambatan inflamasi sebesar 59,36±11,29 mm.menit (31%). Di sisi lain, pada peradangan yang diinduksi karagenan secara oral daun sirih merah, minyak kayu manis, dan kombinasinya memiliki efek yang sama dibandingkan dengan kalium diklofenak dengan nilai AUC dan persentase penghambatan sebesar 94,62±3,38 mm.menit (21%). Pemberian oral dan topikal ekstrak sirih merah, minyak kayu manis, dan kombinasinya dapat menjadi agen antiiflamasi alami dalam membantu meredakan dan menyembuhkan inflamasi.