EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS UNTUK TINDAKAN SURGICAL DEBRIDEMENT PADA LUKA BAKAR ANAK MENGGUNAKAN METODE ATC/DDD EVALUATION OF PROPHYLAXIC ANTIBIOTICS FOR SURGICAL DEBRIDEMENT IN CHILDREN WITH BURN INJURY USING ATC/DDD METHOD
Main Article Content
Abstract
Pasien luka bakar berisiko tinggi terjadi infeksi. Salah satu cara untuk menurunkan risiko infeksi pada pasien luka bakar adalah surgical debridement yang bertujuan untuk menghilangkan jaringan kulit yang mengalami nekrosis. Tindakan surgical debridement memiliki risiko kontaminasi bakteri yang dapat meningkatkan infeksi luka operasi. Pemberian antibiotik profilaksis diperlukan untuk mencegah infeksi pada surgical debridement. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengevaluasi kuantitas penggunaan antibiotik profilaksis untuk tindakan surgical debridement pada pasien luka bakar anak menggunakan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Define Daily Dose (ATC/DDD). Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif menggunakan rekam medis pasien luka bakar anak yang dirawat di RSUD Dr. Soetomo pada tahun 2018-2020. Hasil penelitian ini didapatkan 30 pasien luka bakar anak yang memenuhi kriteria inklusi. Antibiotik profilaksis secara keseluruhan diberikan secara intravena dengan pemakaian terbanyak yaitu sefazolin (35%), seftazidim (32%), dan amikasin (8%). Hasil evaluasi menggunakan ATC/DDD didapatkan total nilai DDD/operation-days ialah 2,65 DDD/operation-days yang mengindikasikan 2,65% pasien menerima DDD antibiotik profilaksis per hari untuk tindakan surgical debridement. Antibiotik profilaksis yang masuk dalam segmen DU 90% antara lain sefazolin 0,87 DDD/operation-days, seftazidim 0,49 DDD/operation-days, seftriakson 0,43 DDD/operation-days, dan amikasin 0,41 DDD/operation-days. Selain itu, berdasarkan ketepatan pemilihan jenis antibiotik profilaksis diperoleh persentase sebesar 60%. Kesimpulan pada penelitian ini ialah ditemukan perbedaan jenis antibiotik profilaksis yang digunakan untuk tindakan surgical debridement dengan yang tercantum di pedoman serta terdapat hubungan antara luas luka bakar dengan lama perawatan di rumah sakit serta frekuensi surgical debridement. Berdasarkan ATC/DDD, RSUD Dr.Soetomo telah cukup selektif dalam memilih antibiotik profilaksis untuk tindakan surgical debridement pada pasien luka bakar anak.